Batuk Kering dan Tenggorokan Gatal Bikin Susah Tidur? Ini Cara Meredakannya dengan Cepat
Pernah mengalami batuk kering dan tenggorokan gatal yang
justru semakin sering muncul saat malam hari? Tenang, karena kamu tak
sendirian!
Meski umumnya bukan kondisi yang serius, batuk kering yang disertai tenggorokan gatal sebaiknya tidak diabaikan, karena dapat membuat kualitas tidur menurun. Akibatnya, tubuh menjadi kurang segar keesokan harinya dan aktivitas sehari-hari pun ikut terganggu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, sehingga kamu dapat meredakan keluhan sekaligus mencegahnya agar tidak mudah kambuh.
Kenapa Tenggorokan Gatal dan Batuk Sering Terjadi Bersamaan?
Melansir Alodokter, tenggorokan dan saluran pernapasan
atas merupakan area yang sangat sensitif terhadap berbagai jenis rangsangan
atau iritasi. Saat tenggorokan mengalami iritasi, maka tubuh akan mengaktifkan
refleks batuk sebagai mekanisme alami untuk membersihkan saluran napas.
Pada tenggorokan gatal dan batuk, rasa gatal pada tenggorokan akan merangsang refleks batuk meskipun tidak ada dahak yang perlu dikeluarkan. Keluhan ini sering kali terasa lebih mengganggu pada malam hari karena produksi air liur berkurang saat tidur sehingga tenggorokan menjadi lebih kering. Posisi berbaring juga dapat membuat iritasi pada tenggorokan terasa semakin jelas.
Penyebab Batuk Kering dan Tenggorokan Gatal yang Sering Terlewat
Batuk kering dan tenggorokan gatal memang sering terasa semakin mengganggu saat malam hari. Dalam kondisi ini, tubuh sedang beristirahat, tetapi justru rasa gatal di tenggorokan dan refleks batuk bisa muncul berulang hingga membuat sulit tidur nyenyak. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh menjadi kurang segar keesokan harinya. Berikut beberapa penyebab batuk kering dan tenggorokan gatal di malam hari seperti yang dilansir dari Healthline:
1. Infeksi virus (flu dan pilek)
Sebagian besar batuk kering dan tenggorokan gatal berasal dari infeksi virus seperti flu atau pilek. Gejala flu biasanya berlangsung sekitar 5–7 hari, tetapi batuknya bisa bertahan lebih lama. Setelah infeksi mereda, saluran napas masih dalam kondisi sensitif sehingga mudah teriritasi. Saat malam hari, tenggorokan yang lebih kering membuat refleks batuk lebih mudah muncul. Akibatnya, batuk bisa bertahan hingga beberapa minggu meskipun flu sudah membaik.
2. Asma
Asma adalah
kondisi ketika saluran napas menyempit dan meradang, sehingga pernapasan
menjadi lebih sulit. Pada kondisi ini, batuk bisa menjadi gejala utama dan
sering memburuk di malam atau dini hari. Selain batuk, gejala asma juga dapat
meliputi:
- Napas
berbunyi “ngik-ngik” (mengi)
- Sesak
napas
- Rasa
berat atau nyeri di dada
- Serangan batuk yang berulang
3. GERD (naiknya asam lambung)
GERD terjadi
ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi saluran napas bagian
atas. Kondisi ini dapat memicu refleks batuk, terutama saat berbaring di malam
hari. Gejala lain yang sering menyertai:
- Rasa
panas di dada (heartburn)
- Rasa
asam atau pahit di mulut
- Suara
serak
- Tenggorokan
terasa mengganjal seperti ada sesuatu yang tersangkut
- Sulit menelan
4. Post-nasal drip (lendir dari hidung ke tenggorokan)
Kondisi ini
terjadi ketika produksi lendir meningkat, misalnya saat flu, alergi, atau
infeksi saluran pernapasan. Saat berbaring, lendir lebih mudah mengalir ke
belakang tenggorokan dan memicu batuk. Gejala lain yang umum terjadi antara
lain:
- Hidung
berair atau tersumbat
- Tenggorokan
terasa gatal atau sakit
- Rasa
mengganjal di tenggorokan
- - Sulit menelan
5. Penyebab lainnya
Selain
penyebab utama di atas, batuk kering dan tenggorokan gatal juga bisa dipicu
oleh berbagai hal seperti paparan iritan seperti debu, asap rokok, polusi
udara, cuaca dingin, atau kelembapan udara yang rendah, bulu hewan, serbuk
sari, atau tungau dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas.
Cara Meredakan Batuk Kering dan Tenggorokan Gatal
Mengetahui jenis batuk dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai. Jika keluhan masih ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakannya.
1. Perbanyak Minum Air Putih
2. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu mengurangi iritasi pada tenggorokan.
3. Hindari Asap Rokok dan Polusi
Kurangi paparan zat yang dapat memperparah iritasi saluran napas.
4. Jaga Kelembapan Ruangan
5. Minum Obat Batuk Sesuai Anjuran
Apabila batuk
mengganggu aktivitas atau waktu istirahat, penggunaan obat batuk tanpa kantuk dapat
menjadi pilihan, terutama pada siang hari agar tetap dapat beraktivitas.
Pastikan obat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga
kesehatan.
Kapan Harus ke Dokter?
Artikel Lainnya: Tidak Selalu Karena Stres, Ini 4 Penyebab Sakit Kepala Saat Bekerja!
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
1. Apa penyebab batuk kering dan tenggorokan gatal?
Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi virus, alergi, udara kering, paparan asap rokok atau polusi, penggunaan suara berlebihan, hingga penyakit asam lambung (GERD).
2. Bagaimana cara meredakan batuk kering dan tenggorokan gatal dengan cepat?
3. Kapan sebaiknya menggunakan obat batuk tanpa kantuk?
Obat batuk
tanpa kantuk dapat dipilih ketika batuk mengganggu aktivitas di siang hari
sehingga Anda tetap dapat bekerja atau beraktivitas tanpa rasa mengantuk.
Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
Source: